awal | bukutamu | jurnal | galeri | poetry | thought | portfolio




SAAT SEMUA

Saat semua cerita harus berakhir,
Lalu kemudian terawali kembali,

Saat semua mimpi harus terpudar,
Hingga kemudian muncul kembali,

Sehingga betapa muak ini,
Begitu memuncak...

Meludah dan menyendiri,
Begitu jijik pada dunia





,,,Freebird, dunia habis begitu menjijikkan...
Aku jijik pada diriku sendiri, karena diriku harus
merasa jijik pada dunia. Seperti punya malu,
terlebih yang memunafikkan, sekedar menyanyi,
mempertunjukkan, hingar-bingar melontar-
lontar, seperti dunia ini dihentikan dalam
muna-muna ditemani -ifikan, atau bahagia saat
berhasil ditindas lewat tipu oleh **DANGKAL
SADAR**, terbungkam atau pecah dari restu Ilahi;
terlebih pada mereka yang seolah SEKEDAR MERASA RASA
telah menggengamnya, menaklukkannya... Lalu sekedar
berkoar-koar sampai berbusa... Juga jijik sekali
pada anggapan-anggapan.... Sementara dahak yang
seharusnya ada ini, tiba-tiba begitu menggumpal...
lalu ingin meludah-ludah... Aku jijik pada diriku, yang
jijik pada dunia... Jika setia, rindu, Ilahi selalu diperkosa,
ingin sekali terperosok dalam goda, hingga saat
berdoa berulang-ulang pada-Nya, agar dunia ini
lekas-lekas ditamatkan dalam restu-Nya, seperih-perihnya.
Walau sebenarnya hayati kehidupan, walau
sepenuh-penuhnya menikmati berkah kehidupan, walau
sebenarnya dan seolah, Kau, wahai Segala Maha, selalu saja,
memberikan milyaran kesempatan...


ditulis 2006-05-01 16:09:32, dan dibaca 320 kali



nama
email
lokasi
komentar




belum ada komentar



egagunawan.com egagunawanbudiutomo adalah milik linkasashasamirasellir, 2004 - 2010 - konsepdesainlayout WunderKund
Visitors: 14730 - hits: 182681 - User Online: 6