HATI...
Hati... kenapa kau?
Walau gelap sekali,
Masih saja mencacimaki,
Mengharapi cinta sejati
Hati... kenapa kau?
Walau gersang sekali,
Masih saja mengguncangi,
Menanti cinta sejati
Hati... kenapa kau?
Walau perih sekali,
Masih saja mencakari,
Merindui cinta sejati
Hati... kenapa kau?
Terusan berpaling,
Hati... kenapa kau?
Terusan lain melabuh ...
Hati kenapa kau?
Ini kah cinta sejati?
Hati kenapa kau?
Ini kah kasih sejati?
,,, Freebird, masih seperti dulu, aku akan terus dan terus,
terus-terusan HANYA mengharapi kunjung dalamnya cinta benarmu...
Hanya yang sejati darimu... Dan jika kau berlalu, biar saja...
Seterusnya, aku rela menyetubuhi-Mmmu!!! Sampai penghujung tanaman ...
Karena cintaku, ternyata hanya selalu padamu ...
ditulis 2006-01-08 11:13:44, dan dibaca 247 kali
belum ada komentar
|