awal | bukutamu | jurnal | galeri | poetry | thought | portfolio




Things All Around

Suatu kali didininya pagi, kulihat seorang lelaki mengayuh sepeda tuanya. Meski harus kusepakati lebih mirip rangka besi berkarat digelindingkan dua roda; dibandingkan sebuah sepeda tua.

ditulis 2004-07-07 22:04:51 WIB, dan dibaca 306 kali






Meski demikian, dia nampak begitu bahagia. Dibagian belakang, sesosok kecil menggenggam pinggangnya terlalu erat. Hingga tampak jelas diantara sudut genggam si kecil, terlihat begitu (terlalu!) kusut---semakin kuamati, sesosok kecil sedang meletakkan pasrah kepalanya pada punggung itu, lebih dari sekedar tersenyum---lebih dari sekedar nyaman; dan kurasa sekali begitu dikelilingi: rasa percaya. Sementara dua bola mata dengan titik hitam besarnya, tampak melengkung keatas dengan begitu ceria dan nakalnya, seolah mengejekku, betapa dia, sedang dibesarkan dengan cinta!

Ingin sekali, saat itu, kuhentikan waktu, agar dapat kutatap seterusnya; atau kurekam, dan kuputar berulang-ulang...

Indah sekali...

-=-

Tiba-tiba kuteringat, saat dulu berada dalam sebuah supermarket, kulihat seorang ibu kebingungan untuk berkata-kata, menoleh-noleh kekiri dan kekanan---ditarik ke kiri dan ke kanan. Kumendongak ke bawah, kulihat 3 kurcaci kecil; merengek-rengek, sementara tangan satunya memeluk penuh tumpukan ragam harta-karun pilihan, berhasil dipilahnya. Saat itu, terasa bagiku, lebih mirip menggoda (sang ibu) habis-habisan! Lebih dari sekedar memohon dan meminta-minta; beragam bungkus kue-kue dan makanan kering berhasil mereka rebut dari rak "harta karun makanan" seolah mereka temukan... Hingga akhirnya, aku mensaat tiba-tiba ingin lemas tak berdaya, saat akhirnya mereka menjerit-jerit, merebut paksa semua perhatian orang saat itu ada.

Saat itu, ingin sekali kurebut peran si Ibu, membelikan semua bungkus tersedia dari seluruh deret rak; untuk kemudian kutata rapi disekeliling mereka membentuk sebuah bangunan kerajaan, dan kupersembahkan pada mereka---agar "harta-karun" temuan mereka, bisa benar-benar mensaat milik mereka sepenuhnya!

Ibu itu membungkuk perlahan, meletakkan keranjang kecil kulihat berisi gula, dan botol-botol. Begitu lemah-lembut (hingga nampak seperti alunan tari ballet). Lalu meletakkan kedua lututnya, mengumpulkan kurcaci-kurcaci itu didepannya, dan berkata "Enggak boleh. Sekarang lagi tanggal tua...", dengan tatapan layaknya profesional digdaya---maka kurcaci-kurcaci seolah benar-benar memahami ke-kuasa-an sang Ibu, tiba-tiba berhamburan, mengembalikan semua bungkusan dari tadi dipeluknya, pada tempat-tempatnya semula...

Lagi-lagi, ingin sekali ku hentikan waktu... Kutatap sepuasnya, atau kuputar rangkaiannya berulang-ulang...

Indah sekali...

-=-

Lagi-lagi kuteringat, pada hampir semua rekaman-rekaman dalam kepalaku; pada semua sesuatu lain. Aku saat itu benar-benar sepenuhnya terpesona!!! Hingga mensaat sepenuhnya lunglai tak berdaya, dikelilingi semua rekaman-rekaman indah sengaja kurekam dalam kepalaku---kumainkan berulang-ulang, kuperlambat, atau kupercepat; hingga kadang kutertawa terbahak, atau sebaliknya, hingga suatu kali berenang-renang tak girang, dalam kolam air mataku sendiri...

Terpesona habis-habisan! Pada lebih dari sekedar: rasa... pada lebih dari sekedar: percaya...

Pada sepasang pria-dan-wanita sudah terlampau tua; sementara sang isteri memijit punggung sang suami---dengan begitu mesranya, dan sang suami mendongak-dongak sangat perlahan, mencoba menikmati semua remasan sang isteri.... Atau, saat dimana seorang kakak-kecil, menggandeng adik-kecilnya, mencoba untuk menunjukkan betapa menariknya seekor kera dikurung, dalam kebun binatang. Seolah berkata tegas bahwa "binatang dalam sangkar ini berbahaya!", menarik adiknya dengan paksa; dan membebaskan ketakutan si adik-kecil, sembari kembali berkata "iya kan! aku kan udah bilang... nih dikasih kacang!".

Aku masih ingat, hingga ku terkikik sendirian...

Atau saat dimana kulihat segerombolan burung-burung terbang bebas diatas kepalaku... Gumpalan-gumpalan awan menutupi birunya langit dan teriknya mentari...

Atau saat dimana ... disore hari, kucoba memeras semua sisa keringat. Sehabis-habisnya, hingga kepalaku berkunang-kunang! Hingga aku tiba-tiba terpesona pada berdayanya tubuhku...

Terpesona habis-habisan! Pada lebih dari sekedar kebebasan... pada lebih dari sekedar bernafas dan bergerak!!!

-=-

Sebuah panggilan ingatan berkunjung kembali, tarian seorang gadis bali; kemudian melemparkan selendangnya padaku. Hingga kemudian menarikku dengan paksa, ketika aku mencoba menolaknya, untuk mensaat bagian dari pertunjukannya... Dan karena dorongan dari salah seorang rekanku, menjerumuskanku, dalam panggungnya... Hingga tanpa kusadari, godaannya memikatku, membuatku menari-nari lepas, terbakar bersama dengan gerakan dan senyumnya membakar diriku... sementara sepertinya alunan musik itu menghilang, ditelan irama tepukan semua orang ada disekelilingku... kulihat dia mensaat begitu cantik dalam pesona dan percaya dirinya... Dan matanya seolah berkata berulang-ulang... "bawalah aku... bawalah aku...".

Lagi-lagi, ingin sekali kuhentikan waktu! Dan kuputar berulang-ulang...

-=-

Juga, saat dimana aku mencoba (lebih dari memaksa diriku) untuk mampu mengalir dalam suatu rangkaian musik orkestra, mencoba memahami gerakan perlahan dan kejapan mata seorang maestro, dan kelebatan-kelebatan tangannya, mengalunkan kepala, dan sesering-seringnya, mengkejap-kejapkan kedua matanya dalam sebuah irama simphoni Beethoven, dengan Fur-Elise-nya...

Dan tiba-tiba ku teringat, saat betapa aku sedang jatuh cinta...

Sesekali aku memanggilmu... Tiba-tiba, tak ada bisa kujelaskan... Tak ada kata bisa kuungkapkan... Ribuan kali ku mencoba... Mengharapkan sebuah kata tepat terlontar... Aku memaksa bibirku untuk bisa tersenyum, memancingmu tersenyum, agar seterusnya kita berdua terjebak dalam sebuah senyuman ganda... Tapi semakin ku mencoba untuk membuatmu tersenyum, semakin aku membuatmu terbahak-bahak...

Hingga saat akhirnya, aku memintamu agar kau mencintaiku... Dan dengan semua kilas-kilas malu-malu-mu, membuatku semakin memohon... Hingga aku ingat, hampir seterusnya aku pernah memanggilmu-memanggilmu lagi, juga untuk kemudian mendekapmu... Dan aku jatuh cinta padamu... Lalu aku tiba-tiba teringat pada bisikmu manjamu... "Seharusnya, dunia tak usah kau buat sesusah itu...", saat akhirnya aku mendapatkanmu :-)

Aku ingat aku pernah jatuh cinta: padamu, dia, mereka...

Terbekas paling jelas, waktu itu, kupikir bahwa dunia ini adalah ruang kegelapan, ruang kehampaan. Hingga kau datang, dan membuatku selalu tersenyum. Kupikir dunia ini telah kehilangan kewarasannya; hingga aku jatuh cinta padamu!

Aku ingat pernah jatuh cinta... :-)

Dan karenamu, saat tergelepar dalam cinta, semua hal buruk tampak indah. Gula terganti merica, semua jiwa dan raga harus kau perintah agar ia bergerak, semua rindu hanya mensaat milikimu, tatapan bening kedua matamu membuatku ingin selalu menatapimu, suara detak jantungku saat memelukmu--- lebih serupa dengan alunan musik, hingga menuntunku untuk memaksamu menari bersamaku... (dan membuatmu kebingungan) atau hingga saat meskipun dunia sedang berperang...! Semua akan tetap tampak indah... Hanya karena saat itu, aku jatuh cinta padamu. Dan, sangat kuingat jelas, semua mensaat terlalu indah...!

Aku pernah begitu sangat jatuh cinta...

Tiba-tiba aku tahu, setiap hari...,
aku sudah dan terus-terusan jatuh cinta...
Pada semuanya!
Hingga serasa semua langit dan awan,
bersedia turun dan berada dibawah kakiku!!!
Dan aku ingat, betapa aku begitu bahagia!!!
Aku ingat, betapa aku (pernah) bahagia (karenamu)...





++++++

Freebird, siang tadi kau memaksaku menjumpaimu dalam singkat waktu kunjungmu... dan tanyaiku: "Egg, apakah kau bahagia?" :-) Ini jawaban untukmu!!! Dan kurasa kupahami, saat kutatap betapa nanar matamu, ingin berkata padaku, "bahwa aku sedang sangat bahagia". Kemarilah Freebird, biar kupeluk dirimu semenit ini saja. Karena kau lah sebenarnya telah mengajariku tentang cinta... Agar dunia penuh cinta milikku, membuatmu sebentar saja teringat akan: indah, penuh, dan hangatnya kebahagiaan (kita)!!! Bahwa sebagian dari semua ini, MASIH juga mensaat milikmu...





nama
email
lokasi
komentar




belum ada komentar



egagunawan.com egagunawanbudiutomo adalah milik linkasashasamirasellir, 2004 - 2010 - konsepdesainlayout WunderKund
Visitors: 14749 - hits: 182883 - User Online: 2