TIDAK; AGAK; SANGAT: SAMA?
Pernahkah suatu kali anda mencoba memahami, atas rasa SAMA (pada keseharian kita); sehingga bawah sadar kemudian ingin lebih dari sekedar berteriak kuat-kuat, bahwa hari ini seolah pula berbeda dengan hari-hari telah lalu. Teriakan hampa itu juga kemudian memaksa kita untuk mencoba "mewarnai" hari-hari kita (berdalih agar mensaat lebih baik), entah pada hari sangat dulu, kemarin, hari ini, bahkan mungkin esok hari.
ditulis 2004-08-05 18:30:34 WIB, dan dibaca 105 kali
Saya ingin kembali teringat (terlebih karena kali ini, serasa mencapai jenuhnya), pada dorongan rasa terlalu: SAMA!!! Terutama ketika merasa dijumpa setiap hari! Sehingga terlalu mengusik, kemudian berakibat pada melembekkan "semangat-semangat"(?), meski kita telah mencoba untuk mengisi hari-hari dengan "petualangan-petualangan" baru, pertemuan-pertemuan baru, jalan-jalan baru, wajah-wajah baru, ataupun pada segala pengacak-acakan baru (baca: dibaru-barukan---kita buat sendiri mensaat baru apa, baru kapan, baru dimana, baru kenapa, baru siapa, dan baru bagaimana pun oleh diri kita).
Kesadaran pada semisal ( paling sederhana): kita mengetahui pasti sebuah jalan akan berujung dimana; langkah kaki pasti untuk mendatangi apa, menjauhi apa; jari-jari menekan-nekan, menggenggam, menunjuk sesuatu apa; pengelihatan kita; penantian kita (pada apapun) juga masih terasa sama; rasa sama pada kapan-ini kapan-itu; penerapan suatu hal memunculkan hal sudah kita ketahui (atau serasa) akan sama; hingga kita menyadari bahwa sepertinya semua tetap pada sebuah "lingkaran" sama; konsep-konsep mengarah pada tujuan apa, membutuhkan apa, mendorong munculnya faktor-faktor apa, syarat baru apa, penyesuaian, pengurangan, atau penambahan apa, selanjutnya ketika waktu serasa semakin 'cekak', kita serasa "ditekan", agar rasa-sama itu seolah ditarik-ulur (oleh sesuatu?---dan kita mensaat terlupa?)---dan saat terolah penuh, akhirnya mensaat seolah-olah nampak sebagai sebuah "wujud" dan-atau produk, apapun itu, sesuai dengan PILIHAN kita, dan sebab akibatnya (agar mensaat terkesan: TIDAK SAMA---dan karena probabilitas pilihan-pilihan diciptakan masing-masing manusia--- kemudian harus diinteraksikan, mensaatkannya terlampau seolah luas lepas dan sama).
Dan saya sangat yakin, bahkan bagi beberapa orang, mungkin mensaat sangat jelas (tanpa harus menunggu pencapaian paling puncaknya, saat mendekati suatu "akhir"(?) dari suatu episode), di sebuah titik jenuh beberapa orang tersebut akan menyadari dan mengetahui dengan pasti, merasa telah melihat dengan jelas, apa takdir-nya! Dengan bantuan nalar, kita kemudian memetakannya dari pemahaman atas (apa, siapa, kapan, kenapa, dimana, dan bagaimana) diri kita, didasari pada pencapaian-pencapaian dan proses-proses selama ini pernah-telah-sedang kita terus jalani (sehingga agar kita merasa, bahwa kita memiliki kendali penuh atas takdir kita). Dan tiba-tiba Anda sudah mengetahui apa takdir Anda! Jebakan-jebakan rutinitas pada dasarnya tetap sama; label-label antara: beruntung dan sial! Rasa SAMA? :-)
Sebuah rasa dimana, seolah-olah, kita sudah mengetahui jawaban "pasti" (tanda-petik), pada apa akan tersaat dibagian akhirnya---setiap saat, setiap hari, dengan alur-alur serupa, sering kali, agak sedikit dibuat-buat berbeda, agar kita merasa, bahwa hari ini, akan berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Dan agar terasa sama, dalam pikiran kita kemudian membuat analisis-analisis-'nya' sendiri, membuat ragam kekhawatiran-kekhawatiran, kebingungan-kebingungan, termasuk bahkan antisipasi-antisipasi ( juga kita ciptakan sendiri), sehingga kemudian, kita menyadari bahwa kita telah membatasi diri kita sendiri, agar insting dasar kita, terhenti dan "terjebak", pada sebuah fenomena: SAMA! Dan agar terkesan sama, tiba-tiba kita terjebak pada label kata diterminologikan: "ter/paling sulit!" dalam masa-masa hidup kita! Hemm... rasa sama? :-)
Saya betapa sangat ingin menggarisbawahi kata: "SAMA" (arggghhh bahkan jika diterjemahkan semua bahasa akan menemukan titik sama!), untuk aktivitas global umum. Bagi anda telah "bekerja", pada apapun anda "kerjakan", seharusnya anda akan mensaat sangat memahaminya. Ketika bangun tidur, kita terbangun pada ranjang sama, lingkungan sama, (**saya menegaskan pada hal-hal DASAR sama**) ... semua masih tetap pada aturan dan alur-alur sama. Begitu pula untuk mengetahui bahwa kita masih "ber-ber", didalam sebuah "penjara" bulatan biru, disebut: bumi, oleh manusia sendiri (dan mendorong kita untuk ingin mensaat begitu terlalu berbeda secara signifikan satu sama lain!). Dikendalikan dan dibatasi (hal dasar sama) oleh batas-batas dan aturan-aturan bumi lagi-lagi masih tetap sama! Nafas, (me-)makan(-an), (--maaf--) pipis dan juga puff-puff(!), (ber-)/(di-)jalan, (me-)/(ber-)mukim, udara, grativasi, percakapan, (ter-)(mem-)pengaruhi, mengikat-membebaskan, memerintah dan menjalan-i-kan perintah, bla-bla; semua masih pada aturan-aturan sama! Sifat global lagi-lagi: sama!
Ketika anda berpindah pun, masih juga dengan dasar aturan global sama! Anda tertidur, terjaga, dan terbangun, masih lengkap dengan aturan global sama, berulang setiap harinya (dan kadang sobek, dan tertembus dalam "mimpi-mimpi" kita, "fantasi-fantasi", "angan-angan" kita??). Hingga jika kemudian anda benar-benar jenuh, anda menyadari bahwa anda sudah mensaat telalu lebih dari sekedar ter-di-bosankan (dan juga mendorong anda untuk ingin mensaat berbeda mutlak secara signifikan)! Melangkahkan kaki kita, memainkan jari kita, "memutar" kepala kita. Semua mensaat: lagi-lagi masih pada "hambar" sama. Dan semua tiba-tiba lebih dari sekedar hanya kehampaan dikais-kais (agar hampa).
Hingga terasa begitu sesaknya, dan tersangkut pada aturan-global: SAMA, kemudian menghimpitkan kita pada sesuatu seolah-olah "telah" kita pahami, akan "berujung" atau "berakhir" atau "selesai" dimana!!! (atau mensaat senya "agak" mengetahui apa takdir kita, dan kemudian menerima segala hambatan dan penerapan uji-uji lain, sehingga kita mampu menerima atau sebaliknya---tentunya atas apa kita ciptakan pada diri kita sendiri dan oleh diri kita sendiri). Dan jika anda sadari, sangat mungkin anda selama ini terjebak pada kungkungan "rutinitas" diciptakan oleh sesuatu atau seseorang atau apapun lebih (dianggap) ber-meng-kuasa-i atas diri kita, sehingga kita kemudian mensaat dalam kondisi "ter-di-sesat-kan" dan enggan menyadari bahwa kita masih tetap dalam perilaku dan perulangan lingkar aturan-global : SAMA, setiap harinya!
Tidakkah anda juga menyadari dan merasakannya?
Ijinkan saya menggandeng tangan anda! Sekedar berlalu ber-SAMA (argghhh!), dalam alur-alur dasar tetap saja SAMA; kemudian agar mensaat terkesan sama, selanjutnya sangat mungkin karena harapan kita sendiri (atas insting "bosan"?), maka kita kemudian mengepisodekannya bersama dengan "rangkaian-jaringan-interaksi" (agar kompleks dan jauh dari kesan: sama; dan agar mensaat significantly berbeda! kalau perlu hingga konflik muncul!--whoooaaa) sehingga seolah mensaat sangat "interaktif", padahal kenyataannya, kita terus-terusan melalui garis-garis dasar dan hal-hal dasar pada dasarnya sama! Insting kita, kemudian mendorong kita agar begitu terkesan pada setiap hari ( sebenarnya sama) mensaat terkesan acak dan mensaat sama...
Tidakkah anda merasakan dan melihat kejenuhan garis dasar tersebut?
Betapa saya sedang sangat merindu, pada "keberakhiran", "keberujungan", "keterbatasan", (---mohon dibaca dengan tanda-petik). Betapa saya ingin melalui, sebuah jalan diketahui akan berujung dimana, langkah kaki akan melangkahdatari apa, memasuki lubang hitam tanpa harus tahu akan berdasar dimana... juga pada sebuah konsep lagi-lagi dapat dirasakan dengan didasari hal-hal aturan-global: SAMA... Benarkah ada? Benarkah hanya harapan pada sekedar "angan-angan" dan "fantasi". Seharusnya ... Dan ketika tersaat, kemudian kita mengistilahi dengan "anomali", diiringi dengan "pengubahan-cepat", agar balance tetap terjaga... Sesak sekali...
Dada ini, serasa sangat penuh, dada ini serasa sangat panas, tiba-tiba saat berjalan, seolah tubuh ini **hanya ingin** meledak begitu saja...
Bagaimana dengan anda?
PS:
===
Sekaligus saya ingin memberikan jawaban, atas keingintahuan, dengan pertanyaan beberapa, termasuk hingga harus berbisik-bisik dikejauhan, seterusnya kemudian saya akan dianggap (dan dibatasi): lewat label-label anda berikan pada saya (agar mensaat "ega identik dengan ...").
Bahwa saya hanya ingin sekedar berkata, betapa saya sangat ingin menyesuaikan diri pada konsep mengenai: takdir; konsep mengenai: betapa kita memiliki kendali atas diri kita; konsep mengenai: menjajah diri sendiri; konsep mengenai: IF - THEN - ELSE - ELSE IF; konsep mengenai: harus di-ter-tahukan atas sebuah jalan seolah-olah telah-ter-di-tahukan dimana dia akan berakhir, akan berujung, akan berbelok..., juga pada gangguan "hiasan-hiasan" di kiri dan kanan "jalan-jalan" tersebut; dan terlebih pada pengabaian mengenai adanya jiwa/roh (dan membuat kita begitu mensaat sangat duniawi dan materialis).
Sesak sekali...!
ZfYkWjaOouhdB said " QUNHst tbqqsqlaigao, [url=http://vjeguuxkitgi.com/]vjeguuxkitgi[/url], [link=http://qekjgqmmkvqk.com/]qekjgqmmkvqk[/link], http://dlusskstabek.com/ ", printed on 2010-05-25 23:38:09
|